Kamis, 03 Januari 2013

Tips Menghadapi Ujian Akhir Semester

1 komentar
Berhubung sebentar lagi mau ujian semester, biasanya mahasiswa begitu pusing dengan fotokopian materi kuliah yang seabrek. 

Berikut beberapa tips sukses menghadapi Ujian Akhir Semester 

 1. Baca ulang materi kuliah secara rutin

Membaca ulang materi kuliah secara rutin akan membuat materi-materi yang sudah dibaca tersebut mengendap di memori jangka panjang kita.

2.Membuat ringkasan materi kuliah

Materi kuliah yang begitu banyak, sebaiknya diringkas supaya kita lebih mudah dalambelajar

3. Hubungkan materi tersebut dengan kehidupan sehari-hari

Menghubungkan materi kuliah dengan kehidupan sehari-hari akan sangat membantu otak kita memasukkan materi tersebut ke dalam memori jangka panjang. Dengan banyaknya hubungan-hubungan tersebut, maka hubungan-hubungan antar syaraf juga akan lebih kuat, harapannya pun materi tersebut dapat kita ingat dengan kuat.

4.Meluangkan waktu lebih banyak untuk belajar

Semua pelajaran harus dipelajari jauh-jauh hari. Agar saat akan menghadapi ulangan semua persiapan telah matang. dan harusmempunyai semangat belajar yang tinggi.

5. Jaga kesehatan

Kadang beberapa hari menghadapi ujian, saking semangatnya belajar kita malah jadi sering begadang. Sebanyak apapun materi ujian, sempetin istirahat. Jangan sampai pas ujian malah sakit gara-gara kebanyakan begadang. (belajar sistem kebut semalamanmaksudnya ...hehehehhe =))

5. Berdoa

Berdoalah agar menjadi orang yang beruntung. Moga-moga aja soal ujian yang keluar adalah materi-materi yang sudah kita baca dan kita pahami. dan pengawasnya baik hehheh :D

Ini adalah sebagian dari berbagai cara yang dapat diterapkan untuk menghadapi ulangan. Semoga cara ini dapat berhasil………….amin

Pendidikan

0 komentar

A.    Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
B.     Filosofi pendidikan
Pendidikan biasanya berawal saat seorang bayi itu dilahirkan dan berlangsung seumur hidup. Pendidikan bisa saja berawal dari sebelum bayi lahir seperti yang dilakukan oleh banyak orang dengan memainkan musik dan membaca kepada bayi dalam kandungan dengan harapan ia bisa mengajar bayi mereka sebelum kelahiran.
Bagi sebagian orang, pengalaman kehidupan sehari-hari lebih berarti daripada pendidikan formal. Seperti kata Mark Twain, "Saya tidak pernah membiarkan sekolah mengganggu pendidikan saya.Anggota keluarga mempunyai peran pengajaran yang amat mendalam, sering kali lebih mendalam dari yang disadari mereka, walaupun pengajaran anggota keluarga berjalan secara tidak resmi.
C.    Fungsi pendidikan
Menurut Horton dan Hunt, lembaga pendidikan berkaitan dengan fungsi yang nyata (manifes) berikut:
1.       Mempersiapkan anggota masyarakat untuk mencari nafkah.
  1. Mengembangkan bakat perseorangan demi kepuasan pribadi dan bagi kepentingan masyarakat.
  2. Melestarikan kebudayaan.
  3. Menanamkan keterampilan yang perlu bagi partisipasi dalam demokrasi.
Fungsi laten lembaga pendidikan adalah sebagai berikut.
1.       Mengurangi pengendalian orang tua. Melalui pendidikan, sekolah orang tua melimpahkan tugas dan wewenangnya dalam mendidik anak kepada sekolah.
  1. Menyediakan sarana untuk pembangkangan. Sekolah memiliki potensi untuk menanamkan nilai pembangkangan di masyarakat. Hal ini tercermin dengan adanya perbedaan pandangan antara sekolah dan masyarakat tentang sesuatu hal, misalnya pendidikan seks dan sikap terbuka.
  2. Mempertahankan sistem kelas sosial. Pendidikan sekolah diharapkan dapat mensosialisasikan kepada para anak didiknya untuk menerima perbedaan prestise, privilese, dan status yang ada dalam masyarakat. Sekolah juga diharapkan menjadi saluran mobilitas siswa ke status sosial yang lebih tinggi atau paling tidak sesuai dengan status orang tuanya.
  3. Memperpanjang masa remaja. Pendidikan sekolah dapat pula memperlambat masa dewasa seseorang karena siswa masih tergantung secara ekonomi pada orang tuanya.
Menurut David Popenoe, ada empat macam fungsi pendidikan yakni sebagai berikut:
1.       Transmisi (pemindahan) kebudayaan.
  1. Memilih dan mengajarkan peranan sosial.
  2. Menjamin integrasi sosial.
  3. Sekolah mengajarkan corak kepribadian.
  4. Sumber inovasi sosial.

 

Education Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template